PENGARUH PREEKLAMPSIA, KETUBAN PECAH DINI, DAN SKOR APGAR MENIT PERTAMA TERHADAP LAMA PERAWATAN NEONATUS DI PUSKESMAS PASEAN PAMEKASAN

Authors

  • Miftahul Khairoh Program Studi S-1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dr, Soetomo
  • Anggraini Dyah Setiyarini Program Studi S-1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

DOI:

https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i2.526

Abstract

Lama perawatan neonatus merupakan indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan bayi baru lahir dan efektivitas pelayanan maternal-neonatal. Faktor maternal seperti preeklampsia dan ketuban pecah dini, serta kondisi awal bayi yang dinilai melalui skor APGAR menit pertama, berpotensi memengaruhi kebutuhan perawatan neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh preeklampsia, ketuban pecah dini, dan skor APGAR menit pertama terhadap lama perawatan neonatus di Puskesmas Pasean Pamekasan. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 neonatus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis ibu dan bayi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 ibu (30,0%) mengalami preeklampsia, 14 ibu (35,0%) mengalami ketuban pecah dini, dan 15 neonatus (37,5%) memiliki skor APGAR menit pertama rendah. Sebanyak 16 neonatus (40,0%) menjalani perawatan lebih dari 3 hari. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara preeklampsia dengan lama perawatan neonatus (p = 0,006), ketuban pecah dini dengan lama perawatan neonatus (p = 0,035), serta skor APGAR menit pertama dengan lama perawatan neonatus (p = 0,001). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa preeklampsia, ketuban pecah dini, dan skor APGAR menit pertama berpengaruh terhadap lama perawatan neonatus. Deteksi dini faktor risiko maternal dan penilaian kondisi bayi segera setelah lahir perlu dioptimalkan untuk mendukung penatalaksanaan neonatus yang lebih cepat dan tepat.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

preeklampsia, ketuban pecah dini, skor APGAR, lama perawatan, neonatus

References

1. Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Casey, B. M., & Spong, C. Y. (2022). Williams obstetrics (26th ed.). McGraw-Hill Education.

2. Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, M. C., & Alden, K. R. (2020). Maternity and women's health care (12th ed.). Elsevier.

3. Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2019). Varney's midwifery (6th ed.). Jones & Bartlett Learning.

4. World Health Organization. (2023). Newborn health. WHO.

5. World Health Organization. (2023). Recommendations on maternal and newborn care. WHO.

6. American Academy of Pediatrics. (2022). Guidelines for perinatal care (8th ed.). AAP.

7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.

8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan neonatal esensial. Kementerian Kesehatan RI.

9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kementerian Kesehatan RI.

10. Manuaba, I. B. G., Manuaba, I. A. C., & Manuaba, I. B. G. F. (2019). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB untuk pendidikan bidan. EGC.

11. Prawirohardjo, S. (2020). Ilmu kebidanan (Edisi ke-5). PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

12. Saifuddin, A. B. (2020). Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

13. Mochtar, R. (2018). Sinopsis obstetri: Obstetri fisiologi dan obstetri patologi (Edisi ke-3). EGC.

14. Bobak, I. M., Lowdermilk, D. L., & Jensen, M. D. (2018). Buku ajar keperawatan maternitas. EGC.

15. Hidayat, A. A. A. (2021). Metode penelitian kebidanan dan teknik analisis data. Salemba Medika.

16. Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

17. Lawn, J. E., Blencowe, H., Oza, S., You, D., Lee, A. C., Waiswa, P., Lalli, M., Bhutta, Z., Barros, A. J., Christian, P., & Mathers, C. (2021). Every newborn: Progress, priorities, and potential beyond survival. The Lancet, 384(9938), 189–205.

18. Lee, A. C. C., Kozuki, N., Blencowe, H., Vos, T., Bahalim, A., Darmstadt, G. L., Niermeyer, S., Ellis, M., Robertson, N. J., Cousens, S., & Lawn, J. E. (2022). Intrapartum-related neonatal encephalopathy incidence and outcomes. International Journal of Epidemiology, 42(6), 1403–1419.

19. Goldenberg, R. L., Culhane, J. F., Iams, J. D., & Romero, R. (2021). Epidemiology and causes of preterm birth. The Lancet, 371(9606), 75–84.

20. Blencowe, H., Cousens, S., Oestergaard, M. Z., Chou, D., Moller, A. B., Narwal, R., Adler, A., Vera Garcia, C., Rohde, S., Say, L., & Lawn, J. E. (2020). National, regional, and worldwide estimates of preterm birth. The Lancet, 379(9832), 2162–2172.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Khairoh, M., & Anggraini Dyah Setiyarini. (2026). PENGARUH PREEKLAMPSIA, KETUBAN PECAH DINI, DAN SKOR APGAR MENIT PERTAMA TERHADAP LAMA PERAWATAN NEONATUS DI PUSKESMAS PASEAN PAMEKASAN. Jurnal Medicare, 5(2), 1023–1030. https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i2.526

Issue

Section

Articles