Hubungan Usia Pengenalan MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Maron
DOI:
https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i2.398Abstrak
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor risiko stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai waktu. Pengenalan MP-ASI yang terlalu dini maupun terlambat dapat memengaruhi status gizi dan pertumbuhan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Maron, prevalensi stunting masih mencapai 9,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia pengenalan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 179 balita yang dipilih secara stratified random sampling dari populasi 324 balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia pengenalan MP-ASI dan kejadian stunting (p < 0,05). Pemberian MP-ASI tepat waktu pada usia 6 bulan penting sebagai upaya pencegahan stunting.
Unduhan
Kata Kunci:
MP-ASI, usia pengenalan, balita, status giziReferensi
Astutik , M. Zen Rahfiludin, R. A. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6, 409–418.
Damayanti, R. A., Muniroh, L., & Farapti. (2016). Perbedaan Tingkat Kecukupan Gizi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Pada Balita Stunting dan Non Stunting. Media Gizi Indonesia, 11(1), 61–69 .
Diasmarani, N. (2011). Karakteristik dan Perkembangan Bahasa Anak Balita Stunted di Desa Sukawening Kabupaten Bogor..
Khasanah, D. P., Hadi, H., & Paramashanti, B. A. (2016). Waktu Pemberian Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI ) Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-23 Bulan di Kecamatan Sedayu. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia, 4(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21927/ijnd.2016.4 (2).105-111
LPPM Stikes Hang Tuah Pekanbaru. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan) Stunting Problems and Interventions to Prevent Stunting (A Literature Review). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(5).
Martorell et.al. (2010). Weight Gain in the First Two Years of Life Is an Important Predictor of Schooling Outcomes in Pooled Analyses from Five Birth Cohorts from Low and Middle-Income Countries. The Journal of Nutrition. https://doi.org/10.3945/jn.109.112300.(SES)
Pangalila, Y. V., Punuh, M. I., & Kapantow, N. H. (2017). Hubungan Antara Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Koya Kabupaten Minahasa. Jurnal Kesehatan, 1–7.
Pratiwi, R., & Mediana, S. (2016). Hubungan Jumlah Konsumsi Susu Formula Standart Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 5(4), 1743–1751.
Prihutama, N. Y., Rahmadi, F. A., & Hardaningsih, G. (2018). Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-3 Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 1419–1430.
Rahayuh, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., Rahman, F., & Rosadi, D. (2016). Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pendek Pada Aanak Usia 6-24Bulan, 11(2).Retrievedfrom http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas
Suryani, D. (2017). Determinants Failure Of Exclusive Breastfeding On Health In The City Bengkulu, 12(2). Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas
Suthutvoravut, U., Abiodun, P. O., Chomtho, S., & Cruchet, S. (2015). Composition of Follow-Up Formula for Young Children Aged 12 – 36 Months : Recommendations of an International Expert Group Coordinated by the Nutrition Association of Thailand and the Early Nutrition Academy. Nutrition and Metabolism, 10, 119–132. https://doi.org/10.1159/000438495
Trihono et.al. (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Wiyogowati, C. (2012). Kejadian Stunting Pada Anak Berumur Dibawah Lima Tahun (0-59 bulan) di Provinsi Papua Barat.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Medicare

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Licensing for Data Publication
-
Open Data Commons Attribution License, http://www.opendatacommons.org/licenses/by/1.0/ (default)
-
Creative Commons CC-Zero Waiver, http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
-
Open Data Commons Public Domain Dedication and Licence, http://www.opendatacommons.org/licenses/pddl/1-0/












