BENARKAH KEPEMILIKAN JAMINAN KESEHATAN DIPENGARUHI TINGKAT PENDIDIKAN KEPALA RUMAH TANGGA DAN WILAYAH TEMPAT TINGGAL?

Authors

  • Enny Mar'atus Sholihah Universitas Muhammadiyah Lamongan
  • Juni Dwi Kurnia Santi Dinas Kesehatan Kota Surabaya
  • Sinta Dewi Lestyoningrum Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI:

https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i1.311

Keywords:

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan, Pendidikan, Wilayah, Kesenjangan Kesehatan, Regresi Logistik, Jawa Timur

Abstract

The National Health Insurance (JKN) aims to provide comprehensive health coverage for all Indonesian citizens. However, disparities in enrollment persist, suspected to be influenced by sociodemographic factors such as education and residential area. This quantitative study used secondary data from the National Socioeconomic Survey (Susenas) March 2023, specifically the module on employment and social security (RUTA-SKI) in East Java (n = 27,393). Binary logistic regression analysis was used to examine the relationship between independent variables (household head's education level and residential area) and the dependent variable (health insurance ownership). As many as 99% of the sampled households had health insurance. The logistic regression results showed that the residential area significantly influenced health insurance ownership (coefficient=0.611; p<0.001). Households in urban areas had 1.84 times higher odds of owning health insurance compared to households in rural areas (OR=1.84; 95% CI [1.44-2.36]). Meanwhile, the education level of the household head showed no statistically significant influence (p=0.395). Geographical factors (area of residence) are a significant determinant of health insurance ownership in East Java, while education level is not. This finding indicates that future efforts to expand JKN coverage need to be more focused on outreach and improving accessibility in rural areas.

 

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan memberikan cakupan kesehatan menyeluruh bagi seluruh penduduk Indonesia. Namun, disparitas kepesertaan masih terjadi, diduga dipengaruhi oleh faktor sosiodemografi seperti pendidikan dan wilayah tempat tinggal. Menganalisis pengaruh tingkat pendidikan kepala rumah tangga dan wilayah tempat tinggal terhadap kepemilikan jaminan kesehatan di Jawa Timur. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 modul ketenagakerjaan dan jaminan sosial (RUTA-SKI) di Jawa Timur (n = 27.393). Analisis regresi logistik biner digunakan untuk menguji hubungan antara variabel independen (pendidikan kepala rumah tangga dan wilayah tempat tinggal) dengan variabel dependen (kepemilikan jaminan kesehatan). Sebanyak 99% rumah tangga sampel telah memiliki jaminan kesehatan. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa wilayah tempat tinggal berpengaruh signifikan terhadap kepemilikan jaminan kesehatan (koefisien=0,611; p<0,001). Rumah tangga di wilayah perkotaan memiliki odds kepemilikan jaminan kesehatan 1,84 kali lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tangga di perdesaan (OR=1,84; 95% CI [1,44-2,36]). Sementara itu, tingkat pendidikan kepala rumah tangga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik (p=0,395). Aktor geografis (wilayah) merupakan determinan signifikan dalam kepemilikan jaminan kesehatan di Jawa Timur, sedangkan tingkat pendidikan tidak. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya perluasan cakupan JKN ke depan perlu lebih difokuskan pada penjangkauan dan peningkatan aksesibilitas di wilayah perdesaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-08

How to Cite

Sholihah, E. M., Santi, J. D. K., & Lestyoningrum, S. D. (2026). BENARKAH KEPEMILIKAN JAMINAN KESEHATAN DIPENGARUHI TINGKAT PENDIDIKAN KEPALA RUMAH TANGGA DAN WILAYAH TEMPAT TINGGAL?. Jurnal Medicare, 5(1), 54–59. https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i1.311