HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI PUSTU POHSANGIT LERES

Authors

  • Nurul Imaniyah Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo
  • Wahida Yuliana Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo
  • Tutik Hidayati Universitas Hafshawati Zainul Hasan, Probolinggo

DOI:

https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i1.364

Keywords:

Kontrasepsi suntik, berat badan, akseptor

Abstract

Akseptor KB terbanyak di Indonesia didominasi akseptor KB suntik sebesar 62,77%. Efek samping kontrasepsi suntik paling utama adalah gangguan pola haid, sedangkan efek lainnya adalah peningkatan berat badan antara 1–5 kg. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB di Pustu Pohsangit Leres 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang ke Pustu pohsangit Leres  berjumlah 33 orang dan keseluruhan dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05. Tidak terdapat hubungan bermakna antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,687 > α = 0,05. Disarankan bagi ibu yang ingin menjadi akseptor KB agar lebih bijak dalam menentukan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Perhatikan manfaat, kelebihan dan efek samping kontrasepsi yang akan digunakan. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya kepada ibu yang menjadi calon akseptor KB tentang jenis, manfaat, kelebihan, kekurangan serta efek samping kontrasepsi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affandi, dkk. (2015). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Anggraeni, A.C. (2015). Asuhan Gizi Nutritional Care Process. Yogyakarta: Graha Ilmu

Anggraini Y. dan Martini. (2015). Pelayanan Keluarga Berencana.Yogyakarta: Rohima Press.

Arikunto, S. (2015). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Aryanti, H. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi pada Wanita Kawin Usia Dini di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Tesis. Universitas Udayana Denpasar. Bali.

BKKBN. (2015). Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

Darmawati dan Farina. (2017). Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Wanita Pekerja di Wilayah Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan. Vol. 2, No. 3. Pp. 1-7

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2016). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015. Medan: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara

Handayani, S. (2017). Buku Ajar Pelayanan Keluara Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Hapsari, dkk. (2015). Hubungan Jenis Keluarga Berencana (KB) Suntik dengan Gangguan Menstruasi pada Akseptor KB Suntik di Bidan Praktek Swasta (BPS) Suhartini Karanganyar Kebumen. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. Vol.8, No. 1. Pp. 17-24

Hardinsyah. (2017). Ilmu Gizi Teori & Aplikasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Hartanto, H. (2015). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Herawati, R. (2015). Hubungan Berat Badan Ibu dengan Pemakaian KB Hormonal di Desa Pekan Tebih Wilayah Kerja Puskesmas Kepenuhan Hulu. Skripsi. Universitas Pasir Pengaraian.

Hidayat, A. A. A. (2017). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data : Contoh Aplikasi Studi Kasus. Jakarta : Salemba Medika

Irianingsih, H. (2015). Hubungan Lama Pemakaian KB Suntik 3 Bulan Depo Progestin dengan Peningkatan Berat Badan pada Akseptor KB di Puskesmas Klego II Kabupaten Boyolali. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta

Irianto, K. (2015). Pelayanan Keluarga Berencana. Bandung : Alfabeta Istiany, A.R. (2015). Gizi Terapan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Kamariyah, dkk. (2017). Buku Ajar Kehamilan untuk Mahasiswa dan

Praktisi Keperawatan serta Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika

Kemenkes RI. (2015). Pedoman Manajemen Pelayanan Keluarga Berencana.Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Khoiriah, A. (2017). Hubungan Antara Usia dan ParitasIbu Bersalin dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Jurnal Kesehatan (JK). Vol. 8, No. 2. Pp. 310- 314.

Kurdanti. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. Vol. 11, No. 4. Pp. 179- 190.

Manuaba, I. B. G. (2015). Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Edisi Kedua. Jakarta: EGC

Maritalia, D. (2015). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Notoatmodjo, S. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka

Cipta. Notoatmodjo, S. (2015). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta:Rineka Cipta.

Nugroho, T dan Utama I.B. (2015). Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita.Yogyakarta: Nuha Medika.

Pinem, S. (2015). Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Jakarta : CV. Trans Info Media

Pramasari, N. D. (2017). Hubungan Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dengan Ketidakteraturan Siklus Haid pada Pengguna Akseptor KB Suntik 3 Bulan di BPM Nurhasanah Kota Bandar Lampung. Jurnal Kebidanan Malahayati. Vol. 3, No. 4. Pp. 178-183

Rahmandita, A.P. (2017). Perbedaan Tingkat Konsumsi dan Aktivitas Fisik pada Wanita (20-54 Tahun) Obesitas Sentral dan Non Sentral. Skripsi. Universitas Airlangga. Surabaya

Rufaridah, et al. (2017). Perbedaan Indeks Masa Tubuh pada Akseptor KB Suntik 1 Bulan dan 3 Bulan. Jurnal Endurance. Vol. 2, No. 3. Pp.270-279

Saifuddin, A.B. (2015). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Septianingrum, dkk. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Akseptor KB Suntik 3 Bulan. Jurnal Ners dan Kebidanan. Vol. 5 No. 1. Pp. 15-19

Setyoningsih, F. Y. (2020). Efek Samping Akseptor KB Suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) di BPM Fitri Hayati. Jurnal Kebidanan. Vol. 6, No. 3. Pp. 298-304

Sulistyawati, A. (2015). Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta : Salemba Medika

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wawan, A. dan Dewi, M. (2015). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika

Yetti, A. (2015). Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Yohima Press.

Sari, M. D. (2020). Pengaruh Lama Pemakaian KB Suntik terhadap Berat Badan. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia.

Fitriani, D. (2019). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik DMPA dengan Kenaikan Berat Badan. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(1), 45-51.

WHO (2015). Family Planning: A Global Handbook for Providers. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-01-18

How to Cite

Imaniyah, N., Yuliana, W., & Hidayati, T. (2026). HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI PUSTU POHSANGIT LERES. Jurnal Medicare, 5(1), 146–157. https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v5i1.364